Emosionil Anak Dikala Si Bisa Skor Buruk

Orang tua pasti mengharapkan yang terbaik dari si kecil-buah hatinya, termasuk dalam hal perolehan skor akademis di sekolah. Namun jangan lupa, orang tua juga dituntut untuk menyiapkan diri dikala sang buah hati pulang membawa skor jelek. – st monica school Jakarta

Ya, wajar apabila Ayah dan Bunda senantiasa mengidamkan si kecil berpretasi di sekolahnya, bagus dalam bidang akademis ataupun non-akademis. Kadang, orang tua lupa bahwa si kecil cerdas sekalipun nggak selamanya bisa skor baik.

Di sinilah orang tua semestinya memahami bahwa dikala si kecil membawa pulang skor buruk, itu bukan dilema besar. Dunia nggak akan ambrol juga kan, Bun, gara-gara skor ulangan si kecil jelek?

“Anda mungkin punya ekspektasi tinggi soal skor si kecil. Mungkin Anda bertanya bagaiamana harus orang tua bereaksi dikala si kecil mendapatkan skor buruk. Jawabannya terang, pasti ada pendekatan yang benar dan ada yang salah,” kata ahli pengajaran Ann Dolin, M.Ed, dikutip dari Ectutoring.

Nah, dikala Bunda menghadapi kondisi seperti ini, coba deh simak lima sistem ‘berdamai’ dengan skor buruk yang diraih si kecil di sekolah, seperti diinfokan Very Well Family.

1. Pahami cara penialaian

Sebelum bereaksi, Bunda baca dan pahami dahulu bagaimana cara pengevaluasian digunakan. Pasalnya, tiap-tiap sekolah mempunyai sistem berbeda dalam pengevaluasian. Jadi, penting bagi orang tua untuk memahami cara pengevaluasian di sekolah si kecil masing-masing.

2. Kenal bagaimana skor diperhitungkan

Dikala si kecil masuk sekolah atau kelas baru, tanyakan terhadap guru perihal penekanan nilainya. Misal, ada guru yang lebih mengutamakan skor ujian ketimbang profesi rumah (PR). Jika PR si kecil Bunda bisa skor amat baik, melainkan skor ulangan atau ujiannya jelek, berarti itulah cerminan sejauh mana si kecil memahami pembelajaran.

3. Hargai dengan sistem positif

Meskipun si kecil membawa pulang hasil buruk, pasti ada sesuatu yang konsisten membanggakan. Cobalah Ayah dan Bunda mengamati dari sisi positifnya. Paling tak, si kecil berani melaporkan nilainya sedangkan nggak layak kemauan. Dengan konsisten memberi dukungan dan motivasi, si kecil akan lebih bersemangat untuk membetuli skor.

4. Bicara perihal skor yang diraih

Penting bagi orang tua untuk mendiskusikan perihal skor buruk yang diraih si kecil. Jadi, Ayah dan Bunda akan memahami akar masalahnya. Dikala peristiwa inilah orang tua dituntut untuk meredam emosionil. Nggak ada salahnya Bun, si kecil tahu apa yang sebenarnya orang tua harapkan dari hasil belajarnya di sekolah. – st monica kelapa gading

 

Leave us a Message